Multi Media Filter untuk Tahap Awal Pengolahan Air yang Lebih Efektif

multi media filter

Multi Media Filter untuk Tahap Awal Pengolahan Air yang Lebih Efektif

Kualitas air baku untuk kebutuhan industri seringkali membawa banyak padatan tersuspensi (TSS). Padatan ini bisa berupa lumpur, pasir, tanah, hingga bahan organik dan mikroorganisme. Jika air kotor ini langsung dialirkan ke mesin pemurnian utama, dampaknya sangat fatal. Tekanan air akan turun drastis, dan mesin akan cepat rusak akibat penyumbatan.

Untuk mencegahnya, multi media filter hadir sebagai perlindungan tahap awal (pre-treatment). Secara wujud, alat ini berupa tabung bejana tekan (pressure vessel) yang berisi beberapa lapisan media penyaring. 

Sistem ini dirancang untuk menyaring kotoran secara bertingkat, sehingga performanya jauh lebih efektif dan stabil dibandingkan dengan saringan pasir tunggal biasa.

Kapan Multi Media Filter Sangat Dibutuhkan?

Sistem penyaringan ini sangat praktis dan disarankan ketika air baku memiliki nilai tingkat kekeruhan (turbidity) di atas 0,2 NTU. Selain itu, alat ini wajib digunakan jika nilai Silt Density Index (SDI) air lebih besar dari 3.

Hal ini menjadi sangat krusial jika pabrik Anda menggunakan fasilitas membran lanjutan seperti Reverse Osmosis (RO), Nanofiltration (NF), atau elektrodeionisasi (EDI). Para produsen membran umumnya mewajibkan nilai SDI air umpan berada di bawah angka 3. Tujuannya adalah untuk mencegah membran cepat mampet (premature fouling). Dibandingkan harus sering mengganti filter cartridge atau filter bag yang harganya mahal akibat air yang sangat kotor, menggunakan filter media jauh lebih ekonomis.

Cara Kerja dan Susunan Lapisan Media

Rahasia kehebatan multi media filter terletak pada susunan lapisannya. Media yang memiliki bobot paling ringan diletakkan di paling atas. Sebaliknya, media yang paling berat diletakkan di bagian paling bawah. Desain bertingkat ini memastikan partikel kotoran yang besar tersaring lebih dulu, baru kemudian partikel yang lebih kecil.

Sebagai perbandingan, saringan pasir biasa umumnya hanya bisa menahan partikel berukuran 25 hingga 50 mikron. Namun, sistem multi media mampu menyaring kotoran dengan ukuran 10 hingga 25 mikron (bahkan hingga 20 mikron secara konstan). Apabila ditambahkan injeksi bahan kimia koagulan untuk menggumpalkan kotoran, alat ini sanggup menyaring partikel hingga sekecil 10 mikron.

Berikut adalah susunan lapisan media yang paling umum digunakan dari atas ke bawah:

  • Antrasit: Ini adalah lapisan teratas. Sifatnya paling ringan dan butirannya paling besar. Fungsinya adalah menangkap partikel kotoran berukuran besar.
  • Pasir Silika (Silica Sand): Berada di lapisan tengah. Butirannya lebih kecil, namun bobotnya lebih berat dari antrasit. Lapisan ini menyaring kotoran berukuran sedang.
  • Garnet atau Gravel (Kerikil): Lapisan ini berada di paling dasar tabung. Garnet sangat padat dan berat, sehingga sangat ampuh menjerat partikel paling halus. Sementara gravel biasanya digunakan sebagai penahan agar media-media kecil di atasnya tidak ikut lolos menyumbat saringan bawah.

Komponen Utama dalam Sistem Multi Media Filter

Kinerja penyaringan air tidak hanya bergantung pada lapisan pasirnya. Sistem ini juga didukung oleh berbagai perangkat keras mekanis yang tangguh, antara lain:

1. Tangki Filter

Wadah utama penampung media penyaring. Materialnya bisa terbuat dari FRP, Stainless Steel, atau Mild Steel (baja ringan) yang sangat tahan terhadap suhu tinggi.

2. Strainer Atas dan Bawah

Strainer atas bertugas menyebarkan aliran air secara merata saat siklus berjalan. Sementara strainer bawah menahan seluruh media agar tidak ikut keluar bersama air bersih.

3. Valve (Katup) dan Pemipaan

Valve mengatur siklus buka-tutup air secara presisi. Khusus untuk desalinasi air laut, sangat disarankan menggunakan katup berbahan non-logam. Untuk pemipaan, bahannya bisa menggunakan PVC atau pipa galvanis menyesuaikan dengan tekanan sistem.

4. Controller

Ini adalah otak dari sistem filter agar bisa berjalan otomatis. Komponen ini bisa berupa PLC, pengatur waktu elektromekanis (timer), atau stager digital.

5. Flow Controller

Komponen ini dipasang di saluran pembuangan air kotor (drain). Fungsinya adalah mengatur derasnya laju air pencucian agar media tidak ikut terbuang ke luar tabung.

Perawatan dengan Siklus Pencucian (Backwash)

Agar kinerjanya tetap prima, filter ini memiliki kemampuan mencuci dirinya sendiri (backwash). Aliran air akan ditekan terbalik dari bawah ke atas. Tujuannya adalah mengaduk media dan membuang seluruh endapan kotoran yang terperangkap ke saluran pembuangan. 

Setelah proses backwash selesai, sistem akan melakukan pembilasan (rinsing). Begitu proses ini tuntas, filter akan kembali bersih dan siap menyaring air seperti sedia kala.

Wujudkan Kualitas Air Maksimal Bersama Ahlinya

PT Hydromaster Harmoni Nusantara, sebagai spesialis tata kelola air sejak tahun 2005, siap merancang Sistem Multi Media Filter (MMF) yang tangguh untuk fasilitas operasional Anda.

Sistem MMF rancangan Hydromaster didesain menggunakan material kelas industri, seperti bejana tekan berdaya tahan tinggi, serta terintegrasi penuh dengan pengontrol otomatis (PLC) untuk efisiensi backwash

Guna mempermudah realisasi proyek infrastruktur air Anda, Hydromaster turut menghadirkan opsi skema kerja sama yang fleksibel, seperti DBOO (Design, Build, Operate, Own) maupun BOT (Build, Operate, Transfer).

Jangan biarkan air kotor menghambat laju produksi Anda. Tunggu apalagi? Hubungi kami hari ini dan dapatkan pengolahan air yang andal!