Zero Liquid Discharge (ZLD)

Zero Liquid Discharge (ZLD)

Zero Liquid Discharge (ZLD) adalah proses setelah penggunaan kembali air industri, garam dan polutan pekat dalam bagian air limbah  yang berkonsentrasi tinggi ini kemudian dibuang dari pabrik sebagai limbah padat melalui proses seperti kristalisasi pekat atau filtrasi bertekanan, yang dapat dikirim ke instalasi pengolahan limbah untuk ditimbun atau didaur ulang sebagai bahan baku kimia yang bermanfaat. Hal ini memastikan tidak ada limbah cair yang dibuang dari pabrik.

ZLD merupakan aplikasi komprehensif dari pemisahan membran, evaporasi kristalisasi, pengeringan, dan proses fisika serta kimia lainnya. Teknologi ini secara efektif menghilangkan pengotor padat dari air limbah berkonsentrasi tinggi sekaligus mendaur ulang sebagian besar air.

Saat ini, pendekatan ZLD banyak digunakan dalam industri seperti pengolahan air tambang, pengolahan air limbah pembangkit listrik, pengolahan air limbah peleburan, pengolahan air pekat RO, penggunaan kembali air reklamasi, dan lainnya. Pendekatan ini telah berhasil menghasilkan manfaat lingkungan yang signifikan.

Teknologi Multi-Effect Evaporation (MEE) dan Mechanical Vapor Recompression (MVR), yang telah digunakan secara global selama 30 tahun, merupakan teknologi evaporasi hemat energi yang telah teruji. Secara umum, teknologi canggih ini dapat mengurangi biaya evaporator konvensional hingga 50%-70%. Proses evaporasi dan kristalisasi banyak digunakan di pasar industri saat ini.

Hydromaster, bermitra dengan Sunevap, menawarkan solusi khusus dengan solusi proses yang sangat terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap klien. Dengan lebih dari 1000 instalasi, sistem evaporasi dan kristalisasi memainkan peran penting dalam berbagai proses industri yang:

  1. Menghasilkan produk murni dari endapan alami
  2. Memulihkan produk sampingan dari aliran limbah
  3. Pengurangan volume dan pemulihan air untuk manfaat lingkungan

 

Sistem kristalisasi penguapan berperan krusial dalam mencapai ZLD air limbah, memberikan pengaruh signifikan terhadap kelayakan mewujudkan pembuangan cairan nol tersebut.

Secara spesifik, teknologi MVR menggunakan kompresor untuk mengompresi uap sekunder, sehingga meningkatkan tekanan dan suhu saturasinya. Uap terkompresi ini kemudian dimanfaatkan sebagai sumber panas, menggantikan kebutuhan akan uap segar. Selain itu, proses ini menghilangkan kebutuhan akan pengolahan pendinginan, sehingga menghasilkan biaya operasional yang relatif lebih rendah.